Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Tuesday, 27 September 2016

3 Rekomendasi Lagu buat Cewek Tangguh



Malam ini saya dapat tugas dari Mama, yaitu mengetik soal-soal. Saya pikir ini akan jadi pekerjaan super gampang. Tinggal ketik doang. Tak perlu repot menentukan tema, cari bahan, mengkreasikannya agar menarik, dan lain-lain tantangan yang biasa saya hadapi kala harus mengetik untuk kepentingan pribadi.

Ternyata, eh ternyata ... Manusia itu memang tak pernah ada puasnya. Saya dilanda kejenuhan luar biasa. Berkali-kali mulut ini menguap. Tak terhitung lagi berapa kali berhenti untuk menghela napas. Melakukan hal yang membosankan ternyata jauh lebih melelahkan ketimbang menguras energi untuk melakukan apa yang disukai. Tetapi tugas harus selesai! Tak peduli kejenuhan dan kelelahan yang menimpa saya.

Alhamdulillah ... Setelah berjuang keras. Sebenarnya tidak keras juga sih, lha wong sesekali saya berhenti sejenak untuk menghela napas, atau mengganti playlist lagu yang sengaja saya putar sebagai penyemangat. Selesai sudah tugas tersebut. Yey, berhasil! Berhasil! Horey ...! Ups, sepertinya saya mulai kangen sama Dora The Explorer. Haha...

Namun, tugas saya belum sepenuhnya usai. Masih ada satu tugas lagi yang sengaja disisihkan untuk esok pagi. Tak apa. Hitung-hitung buat cari pengalaman. Calon Ibu Negara harus serba bisa. Haha ...

Nah, sebelum mengerjakan tugas tersebut, saya berencana posting sesuatu di Blog kesayangan ini. Maka, dibela-belain mengetik aksara di tengah sunyi malam ini. Buat refreshing dan sekaligus belajar konsisten posting setiap hari.

Okelah, biar tidak disangka ngebet nikah karena membahas tentang cinta, pernikahan, anak, dan rumah tangga melulu, kali ini saya akan bahas lagu.

Tadinya saya berencana bahas politik. Biar tampak intelek gitu lho! Terlebih saya mau caper sekali-sekali sama seseorang. Biar kelihatannya saya juga melek politik. Tapi ... Tapi ... Ternyata politik itu bikin mumet. Lha bagaimana mau bahasnya, paham saja kagak.

Sulit bagi saya untuk memahami jalan pikiran para elit politik. Pun sepertinya diri ini dilanda kecewa karena sosok yang selama ini saya kagumi ternyata sama saja. Tidak konsisten! Padahal, pengalamannya bagus, gebragannya oke punya, sikapnya pun penuh sopan santun. Saya malah lebih setuju jika beliau mundur dari perpolitikan terlebih dahulu. Sembari diam-diam menyusun strategi untuk maju di Pilpres. Dari pada buru-buru “meloncat” hanya demi memperebutkan jabatan yang tak seberapa. Tetapi, terserahlah ... itu hak beliau. Mungkin beliau punya alasan baik yang belum saya mengerti.

Ya, sudahlah ... Setidaknya saya sudah mencoba mencari bahan-bahan tentang politik. Walau akhirnya saya menyerah karena bikin mumet.

Nah! Itu dia rekomendasi lagu buat cewek-cewek tangguh yang pertama! Lagu dari Bondan feat Fade 2 Black.

1. Ya Sudahlah

Cewek tangguh itu menjalani hidup dan menghadapi masalah dengan santai. Soalnya, hidup itu sebenarnya sederhana dan apa adanya, yang bikin susah yah kadang kita sendiri.
 
So, saat cewek tangguh dikhianati pacar, ya sudahlah .... Berarti dia bukan yang terbaik, dan syukurlah Tuhan menunjukkannya sebelum jauh melangkah.

Ketika cewek tangguh cintanya tak berbalas, ya sudahlah .... Cinta memang tak bisa dipaksakan. Lagi pula itu pertanda Tuhan kasih dia kesempatan untuk mendapatkan sosok yang jauh lebih baik.

Sewaktu cewek tangguh gagal menggapai mimpinya, ya sudahlah .... Besok-besok masih bisa dia coba lagi.

2. Single Happy


Cewek tangguh tak peduli pada omongan orang dan gunjingan tetangga. Terserah mau dibilang kuno, pemilih, tidak laku, dan sebagainya. Aku bahagia, dan baik-baik saja, begitu yang ada di pikirannya.


Lagi pula untuk apa punya pasangan kalau cuma untuk status palsu? Biar tidak malu? Biar dibilang gaul? Kami tidak butuh pengakuan orang!

Untuk apa pula punya pasangan kalau hanya agar tidak kesepian? Kami tidak takut sendirian. Kami tidak gentar oleh kesunyian. Kami tegar, dan baik-baik saja.

Punya pasangan buat hiburan dan senang-senang doang? Justru mereka yang kuno dan primitif. Jaman sudah modern. Beragam jenis game tersedia, beragam jenis buku ada, mall dimana-mana, acara televisi banyak ragamnya, dan masih seabrek hiburan dunia yang lainnya.

Cewek tangguh bukannya tak butuh cinta. Mereka punya prinsip! Lebih baik sendiri dulu, dari pada menghabiskan waktu dengan orang yang salah. Justru kami begitu menghargai cinta. Makanya kami tak ingin menghabiskan waktu untuk bermain-main dengan cinta.

So, kalau anda merasa sebagai cewek tangguh bagian dari kami, seperti yang saya gambarkan tadi, maka lagu dari Oppie Andaresta ini cocok menemani di setiap langkah.

3. Tanpamu

Kalau kamu cewek tangguh tiba-tiba kangen mantan, pengin balikan, padahal sudah disakitin berkali-kali. Sudah jelas-jelas dia tidak setia. Terus masih ditambah pergi tanpa kabar. Sebaiknya ingat-ingat dan cek lagi. Bukankah hidupmu malah lebih baik tanpanya? Seperti lirik lagu dari Rebecca ini:

Semua yang kulakukan
kulakukan untuk diriku
tak perlu kau memikirkan hidupku
Segala keputusanku
bukan di kedua tanganmu
tak perlu kau mencampuri hidupku

tanpamu.. kugapai keinginanku
tanpamu kusambari tujuanku
aku mampu melangkah meski tanpamu
ada disini

Sudahlah sudah lepaskan
beri aku kebebasan
biarkan ku menjadi diriku sendiri
Segala keputusanku
bukan di kedua tanganmu
Biarkan aku menjadi diriku sendiri

Ku mencoba untuk membuktikan
tuk bertahan tanpamu
Meski memang semua tak mudah
aku bisa ...!


Demikianlah tadi 3 rekomendasi lagu untuk cewek-cewek tangguh. Semoga bermanfaat ...

Friday, 23 September 2016

Tips Melewati Masa Kehamilan dan Parenting ala Kakak dari Rumah Biru



Obrolan dengan seorang kakak yang saya kenal dari rumah biru itu masih terkenang, walau sudah cukup lama berlalu. Saya yang sejak menginjak usia dua puluhan bercita-cita untuk menikah di usia muda, berusaha memanfaatkan kesempatan itu untuk bertanya banyak hal tentang pernikahan dan rumah tangga, berdasarkan pengalamannya. Betapa beruntungnya saya, karena dia pun begitu bersemangat berbagi pengalamannya.


Ini foto anaknya


Pertanyaan yang saya ajukan memang tidak berurutan dari satu pertanyaan ke pertanyaan berikutnya kala itu, tetapi supaya enak dibaca maka saya akan menuliskannya secara berurutan.

Tips pertama: Menjaga Mood Positive Saat Masa Kehamilan.

Saya bertanya, “Mbak, kan saya pernah baca novel, di situ si tokoh utama wanita yang dulunya digambarkan sebagai pribadi yang dewasa dan selalu berpikir logis, tiba-tiba bisa berubah jadi kekanakan, lebay, dan drama queen begitu ketika masa kehamilan. Nah, ternyata menurut artikel yang pernah saya baca hal itu disebabkan pengaruh hormonal. Mbak juga pernah merasakan begitukah?  Bisa disiasati atau bahkan diatasi tidak? Terus bagaimana cara mengatasinya?”

“Iya, benar sekali Lia. Saya pernah mengalaminya. Waktu itu saya sedang hamil besar, duduk di dapur, selepas dari pergi ke kamar mandi. Tiba-tiba di tengah keheningan malam saya merasa kese
pian. Mendadak air mata berjatuhan tanpa bisa ditahan. Menangisnya lama sekali. Sampai kemudian saya sadar. Merasa heran sendiri, kenapa bisa menangis begini. Lalu saya merenung dan berpikir lagi, saya tak boleh terus seperti ini,” jawabnya dengan antusias.

“Jadi intinya, untuk mengatasi semua itu, kita sendiri yang harus menyadari dan berusaha mengendalikan pikiran kita sendiri?”

“Tepat sekali Lia!”

“Mungkin, sama kali ya, dengan pengalaman saya sewaktu sedang datang bulan.” Saya menyahut dengan sok tahu. “Awal-awal mengalami datang bulan saya sering sekali bertengkar dan berselisih paham dengan semua anggota keluarga. Tetapi akhir-akhir ini jika saya merasa mudah tersinggung, gampang kecewa, dan galau tidak jelas saya langsung menyadari itu pasti pengaruh hormonal karena saya sedang datang bulan, jadi saya kemudian berpikir sebaiknya tidak menuruti perasaan tersebut dan berusaha tetap berpikir positif.”

Nah, nah, nah ... sekarang jadi tidak jelas siapa yang diwawancara dan siapa yang mewawancara. Haha ... mungkin saya memang tak berbakat jadi jurnalis.

“Ya, itulah Lia. Kita harus menyadari dan tidak menuruti perasaan negatif tersebut.”

“Ohh... oke, akan saya catat baik-baik.” Halah, gombal. Tidak bawa buku dan pena padahal. Haha ...

“Tambahan nih, Li, sejak hamil saya sering mengajak anak saya berbincang dan membacakan surat-surat pendek.”

“Oke, yang ni juga akan saya catat,” sahut saya dengan antusias.

“Satu lagi Li, kita harus kuat mental dan tetap tegar apapun yang terjadi. Saya pernah mengalami betapa sakitnya diremehkan oleh keluarga sendiri. Ada seseorang yang dengan teganya bilang begini, ‘mengurus diri sendiri saja kesulitan, bagaimana mau mengurus anak nantinya.’ Tetapi saya mencoba tetap yakin, jika Allah mempercayakan saya untuk memiliki anak, Dia menganggap saya mampu dan saya pasti mampu.”

Tips kedua: Mengasuh si Peri Kecil Ditengah Keterbatasan

“Oh iya! Sebagai pnyandang disabilitas ada kesulitan tidak dalam mengasuh anak, Mbak?”

“Alhamdulillah tidak ada. Dia itu anak yang penurut jadi tidak terlalu banyak kesulitan. Saya dan suami biasanya saling bantu membantu dalam mengasuhnya. Misalnya saja sekarang, waktu sore-sore begini suami saya seringkali mengajak buah hati kami jalan-jalan. Saya juga sering sekali mengajaknya berbincang, ‘Nak, jadilah anak yang baik dan penurut ya ...’ Saat siang hari, ketika kami hanya berdua saja saya sering menyeret tempat tidurnya  ke dapur dan saya ajak dia berbincang sambil memasak.”

Sebenarnya saya masih ingin bertanya banyak hal, tetapi sayang sekali kala itu adik-adik saya sedang ribut, dan sebagai kakak saya harus mendamaikan. Sehingga saya pun terpaksa mengakhiri perbincangan kita via telepon tersebut.  Tetapi saya sudah cukup mendapatkan banyak ilmu dari pengalamannya yang bersedia dia bagi dengan cuma-cuma. Saya semakin yakin bahwa mimpi saya tidaklah salah.